Tfz7TSA0GUOoGfC7BUziGSdiGi==

China Ciptakan Otak Pintar untuk Mesin Bor Terowongan, Tingkatkan Keamanan dan Presisi

China Ciptakan Otak Pintar untuk Mesin Bor Terowongan, Tingkatkan Keamanan dan Presisi
China ciptakan "Otak Pintar" untuk mesin bor terowongan, tingkatkan keamanan dan presisi. (Dok. Ist)

BATUTERKINI.ID — China kembali mencatat terobosan teknologi di sektor infrastruktur.

Tim peneliti dari Universitas Hunan berkolaborasi dengan China Railway Construction Heavy Industry Co., Ltd. mengembangkan sistem operasi cerdas untuk mesin bor terowongan atau tunnel boring machine (TBM), yang membuat alat raksasa bawah tanah ini bekerja layaknya memiliki “otak pintar”.

Para peneliti menyebut inovasi tersebut sebagai lompatan besar dalam pengembangan konstruksi terowongan otonomos sekaligus upaya pencegahan risiko.

Sistem ini dirancang untuk membantu TBM beroperasi lebih aman dan presisi di lingkungan geologi yang kompleks.

TBM, yang kerap dijuluki “naga baja”, merupakan mesin vital dalam pembangunan terowongan bawah tanah. Berbeda dengan alat berat di permukaan, TBM bekerja langsung bersentuhan dengan tanah dan bebatuan, sehingga sangat peka terhadap perubahan kondisi geologi.

Dalam praktiknya, operator manusia kerap mengalami kesulitan menyesuaikan pengaturan mesin secara akurat.

Kesalahan kecil dapat memicu risiko besar, mulai dari longsor, penurunan tanah berlebihan, hingga kehilangan kendali mesin.

Mesin belajar membaca risiko

Untuk menjawab tantangan tersebut, Profesor Chen Renpeng dari Universitas Hunan memimpin riset bersama yang bertujuan mengajarkan TBM agar mampu “membaca” kondisi tanah, “memprediksi” potensi bahaya, serta menyesuaikan parameter kerja secara mandiri.

Sistem cerdas ini berfungsi sebagai pengawas konstruksi terowongan secara real time.

Teknologi tersebut terus mengumpulkan data dari sensor TBM, menganalisis kondisi geologis, memprediksi risiko, dan secara otomatis merekomendasikan pengaturan pengeboran yang paling optimal.

“Dengan ‘otak pintar’ ini, kami dapat secara akurat memprediksi penurunan tanah dan posisi mesin, sehingga membantu menghindari risiko seperti amblasan permukaan sebelum terjadi. Sistem ini juga memberikan peringatan jika mesin berisiko terjebak dan mengambil keputusan cerdas untuk memastikan proses pengeboran terowongan tetap lancar dan efisien,” ujar Profesor Zhang Chao, anggota tim peneliti.

Teruji di proyek metro

Penerapan sistem ini pada TBM berdiameter besar di proyek metro Shanghai menunjukkan hasil signifikan.

Sistem tersebut mampu mendukung pengambilan keputusan operasional dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen serta menjaga penyimpangan arah penggalian di bawah 30 milimeter, jauh lebih presisi dibandingkan kontrol manual.

Hasil positif juga terlihat pada proyek terowongan di Guangzhou, China selatan.

Di lokasi tersebut, teknologi ini meningkatkan efisiensi diagnosis kerusakan dan pemeliharaan hingga 20 persen, mendongkrak tingkat pemanfaatan peralatan sebesar 12 persen, serta mempercepat progres konstruksi bulanan sekitar 5 persen.

Inovasi ini bahkan telah diakui Perhimpunan Jalan Raya dan Transportasi China sebagai teknologi kunci yang dinilai krusial dalam mendorong kemajuan industri konstruksi.

Siap diterapkan ke proyek ekstrem

Ke depan, tim peneliti berencana terus menyempurnakan teknologi “otak pintar” ini dan memperluas penerapannya ke proyek-proyek yang lebih menantang, seperti terowongan lintas sungai dan bawah laut.

Chen menegaskan pengembangan ini diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur bawah tanah China yang lebih aman, efisien, dan berbasis teknologi cerdas.

China mengembangkan “otak pintar” untuk mesin bor terowongan yang mampu membaca risiko, meningkatkan presisi, dan mendorong konstruksi bawah tanah lebih aman.

Depo 5k

Ketik kata kunci lalu Enter

close